Sambutan Jakarta

Bus melaju lancar nyaris tanpa hambatan di jalur tol. Melipir keluar di gerbang tol senayan. Tercegat kemacetan pagi hari yang biasa. Supir bus masih nyaman menyetir tanpa hambatan, enggan membaur di barisan kemacetan, berbelok pada jalur bus way. Yahuuu…. Meluncur lancar.

Girang hatinya mendadak berubah gerutuan, ketika melihat dua polantas dengan rompi hijau menyala menghadang laju kemudinya. Melambaikan tangan memintanya menepi.

“Aduh ada polisi euy, kumaha atuh?” Seru kernet yang berjaga di pintu depan.

“Sep.. Asep.. Kasih Rp20.000 sep…” teriak supir kepada kernet yang berjaga di pintu belakang.

Asep yang dipanggil masih melamun. Tumpukan uang kertas menggendut digenggaman. Ongkos bus Bogor-Kalideres ditarik lebih. Asep meminta penumpang membayar Rp15.000 dari ongkos yang biasa Rp12.000. Senin ini masih tuslah lebaran katanya.

“ASEEEEEEP…… ITU PULISI KASIH Rp20.000!” teriak supir lebih kencang.

Asep terlonjak, berlari turun dari pintu belakang, melaksanakan perintah si supir. Urusan selesai. Dari spion si supir tersenyum. Berbelok keluar dari jalur busway. Melaju lagi, membaur di kemacetan jalan Gatot Subroto. (NJ)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s