catatan terakhir untukmu

Rasanya begitu canggung, ganjil, dan serba salah, ketika semuanya harus kulakukan secara tunggal. Kau paham betul, ketidakpercayaan diri yang kerap ketat mengepungku. Dulu sekali, segala keputusan kucetuskan usai berdiskusi denganmu. Keyakinan baru meletup, selepas mendapat dukunganmu.

Ini bukan rindu, hanya semacam keganjilan ketika harus mengubah segala sesuatu yang telah baku. Rasanya seperti bocah yang mendadak dilepaskan dari pegangan, tertatih belajar berjalan sendiri. Terpincang-pincang, tersandung, terjerembab.

Tapi ini perjalanan, petualangan yang tak boleh terlalu lama berjeda. Aku paham betul, sebaik kau memahaminya, usai percakapan pada makan malam bersama kita yang terakhir itu.

Hari ini aku terkejut, sekaligus bangga atas pencapaian diri sendiri. Keraguan memang masih mendekap erat, tak semudah itu ditepis pergi. Tapi aku sudah lebih tangguh untuk menaklukkannya. Aku berjanji, untuk tidak lagi bergantung padamu, juga padanya, atau siapapun. Aku berlatih untuk lebih tangguh setiap harinya.

Aku cukup belajar, bahwa ketergantungan hanya sanggup menjadi penguat sementara, untuk kemudian rapuh. Sekian.

-eNJe-

(lagi-lagi) sevel di sekitaran Tebet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s