salah, bukan nyasar

Satu senja di hari Kamis, pada bulan Oktober yang hampir habis. Usai meliput dan memakan banyak nanas segar, pada acara yang digelar di kawasan Lingkar Mega Kuningan.

Hari yang letih, penat yang dibuat sendiri. Gara-gara isi kepala yang mendadak kopong. Hilang fokus, naluri dan lupa arah tujuan. Mungkin karena dehidrasi, disiram sengatan matahari Jakarta yang panasnya semakin gawat setiap harinya.

Dengan percaya diri menggilas aspal panas, melewati kolong sesudah Plaza Semanggi. Melaju terus, masuk ke kawasan Niaga Terpadu Sudirman. Berhenti di depan hotel megah Ritz Carlton. Kubaca lagi bbm dari seorang teman, ketika aku bertanya di mana lokasi East Building tadi pagi.

“The East itu belakang Ritz Carlton mbak,” katanya.

Aku menatap gedung menjulang di hadapan. Ah, sudah benar. Syukurlah. Jam 14.10 WIB, aku terlambat sepuluh menit. Aku menghampiri seorang satpam, yang berdiri di percabangan jalan. Menanyakan lokasi pastinya East Building itu.

“East apa? Tidak ada gedung East di sini,” ujarnya dengan kening berkerut. Mukanya menggelap, terpanggang panas matahari. Peluhnya banjir pada seragam yang dikenakan.

“East Building pak, katanya di belakang Hotel Ritz ini,” ujarku yakin.

“Nggak ada gedung itu,” ia berkeras. Seperti tak terima pengetahuannya mengenai kawasan ini kuragukan.

Aku membuka email. Mengecek ulang. “Nih pak, East Building, di Lingkar Mega Kuningan.”

Dia tersenyum, ada warna kemenangan di wajahnya, membuatku bingung. “Mbak… Ini Sudirman, itu East itu di Mega Kuningan. Beda.” Aku yakin wajah laki-laki itu tengah berusaha keras menahan tawa.

Siyal! Aku baru tersadar, aku salah jalan. Ini bukan menyasar, tapi SALAH. Sudah jelas-jelas antara Sudirman dan Mega Kuningan itu berbeda. Aku tak habis pikir dengan kesalahan diri sendiri, lebih dari empat tahun aku tinggal di kota ini, mengendarai motor kesana-kemari. Bisa-bisanya memacu motor ke Sudirman. Padahal, saat sebelum berangkat tadi aku sudah mengecek email ini dua kali.

Menahan malu, kuucapkan terima kasih. Sambil limbung, kepala pening. Aku sudah sangat terlambat. Navigasi di kepala mendadak amburadul, lupa pada jalan yang harus dilewati. Semakin parah, menyasar ke Blok S, lalu tiba-tiba ada di jalan arah ke Prapanca, berbelok masuk ke Mampang hingga akhirnya masuk ke jalur di Kuningan. Sempat beberapa kali diteriaki klakson kendaraan lain, hampir tertabrak, hilang fokus. Pusing, pusing, pusing, kepala berdenyut.

Masih harus parkir di lapangan dengan jalan bergeranjul, dan barisan motor yang padat. Harus berjalan kaki lagi, menyebrang lapangan menuju East Building yang dimaksud. Baru sampai pukul 15.00WIB. Sudah sangat terlambat. Tak boleh terulang lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s