gemuruh pada sore berangin ribut

adzan Ashar memekik nyaring

seperti melawan ributnya angin sempoyongan yang datang menampar

layangan koyak pasrah, terhempas di atap seng

awan gelap tersedak, menumpahkan hujan tipis-tipis yang lekas membanyak

menabrak masuk lewat jendela

dalam ruang yang baru dimampiri hujan, ada gemuruh yang juga berdenyut

mengacak-acak hati yang sulit ditata rapi

gejolak yang tak juga tentram meski angin ribut telah pamit undur diri

*

-sarang enje, 10 januari 2013-

dengan kaki kiri yang masih nyeri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s