BLUR-Bagaimana kita tahu mana yang bisa dipercaya? (Bill Kovac dan Tom Rosenstiel)

(2) Berita di situs-situs web yang lebih konvensional cenderung tak lengkap dan seringkali bertentangan. Sulit untuk memilah informasi yang silang-sengkarut itu, tergantung situs apa yang dikunjungi dan kapan.

(3) Koran, yang kebanyakan meraup dana setelah menggilas pesaing dan menguasai pasar, mengirim reporter untuk mendapat laporan akurat untuk edisi hari itu. Merekalah industri yang hanya mengurusi berita, serius menjalankan tanggung jawab, dan sedikit-banyak tak membuat kesalahan. Dengan begitu, koran cenderung berbicara pada publik dengan nada otoritatif yang menentramkan, bukannya berteriak atau menjerit-jerit untuk menarik perhatian.

(4) Yang terjadi saat itu menunjukkan bagaimana para juru kunci pengetahuan publik bisa memverifikasi berita mereka sebelum diterbitkan atau disiarkan dan membantu menenangkan kepanikan masyarakat dengan fakta.

Yang terburuk, menurut saksi mata, adalah pergumulan dengan ketidaktahuan. Ketakutan ekstra akibat rumor dan kekalutan itu justru dirasakan oleh mereka yang di dekat lokasi, daripada yang lebih jauh.

(6) Tapi pers masih berhati-hati. “Jaringan berita TV menggelar rapat untuk menentukan penggunaan kata ‘kecelakaan’, ‘insiden’, atau ‘bencana’,” demikian menurut rekonstruksi perilaku media saat itu. “ABC memutuskan tak memakai kata sifat yang belum digunakan pemerintah.”

(7) Mungkin juru kunci media macam walter Cronkite telah diganti oleh pemandu (sorak) talkshow macam Bill O’Reilly dan Keith Olbermann; alih-alih coba mencari tahu apa yang terjadi, mereka telah memutuskannya. Mungkin, bisa dibilang, kita beralih dari era informasi ke era afirmasi.

Persoalan yang dihadapi media adalah internet memisahkan iklan dari berita. Para pengiklan, termasuk individu yang terhubung satu sama lain melalui sistem macam Craigslist, tak lagi perlu menempel berita untuk meraih consume. Problem jurnalisme lama lebih pada menghilangnya pendapatan karena teknologi, dan bukan hilangnya audiens.
Perubahan terdasar adalah porsi tanggung-jwab, untuk tahu apa yang benar dan yang tidak, kini berada di tangan anda sebagai individu. Gagasan bahwa jaringan para penjaga pintu sosial di medialah yang mengatakan pada kita bahwa sesuatu telah ditegakkan, atau dibuktikan, kini runtuh. Warga punya lebih banyak suara. Namun, mereka yang ingin memanipulasi publik demi keuntungan politis atau laba-baik korporasi maupun pemerintah-juga lebih banyak akses langsung ke publik.

Para pengkritik melihat dunia tanpa editor, jejaring informasi mandiri, di mana suara ternyaring atau terpopuler yang menang, dan kebenaran menjadi korban pertamanya.

(8) Warga kini menyaring informasi untuk dirinya sendiri dari sekumpulan sumber yang saling berdesakan. Meski kita relative tahu bagaimana caranya, kita semua mulai melakukan lebih banyak kontrol atas apa yang kita tahu soal dunia. Kita menjadi editor, penjaga pintu, dan pengumpul berita untuk diri sendiri.

(9) Sebuah peran baru bagi konsumen dalam dunia “swalayan informasi.” Keterampilan ini berfokus pada bagaimana menimbang informasi dari pers dan sumber lain sehingga orang bisa menjadi peserta, bukan korban, di era baru informasi.

(9-10) Skeptical knowing (cara skeptic untuk tahu) :
– Mengenali jenis konten yang dihadapi.
– Mengenali apakah laporan berita sudah lengkap. Konsumen cerdas seringkali mengetahui dan mempertanyakan bagaimana wartawan bekerja.
– Mengevaluasi berita yang menyangkut penilaian fakta.
– Proses evaluasi berita, yakni apakah kita mendapatkan apa yang kita perlukan dari berita pada umumnya.

(10) Metafora yang banyak dipakai untuk menjelaskan jurnalisme abad ke-20, yakni pers sebagai penjaga pintu tak lagi dipakai ketika pers hanya menjadi satu di antara banyak media penghubung antara pembuat berita dan publik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s