BLUR-Kelengkapan: Apa yang ada dan apa yang kurang? (Bill Kovac dan Tom Rosenstiel)

(59) Dalam konferensi penulis ilmiah pada era 1990-an, reporter Jhon Crewdson sedikit berulah dengan menyampaikan jenis jurnalisme yang dia hindari. Dia tak mau menjadi “tukang ketik yang mewawancarai orang dan dengan patuh menulis apa yang mereka katakan.”

(62) Dengan cara sederhana tapi dramatis, jurnalisme Crewdson mendemonstrasikan nilai fakta yang dikumpulkan dari berbagai sumber didokumentasikan secara jelas, menuju kesimpulan yang sama. Pertanyaan yang timbul di benaknya ketika terbang melintasi samudera adalah jenis pertanyaan yang kita miliki di satu atau lain waktu. Sebagai seorang wartawan, dia bisa menindaklanjutinya lebih jauh, mengumpulkan data dan mewawancarai para ahli dan pejabat. Pendekatannya dalam bertanya sangat menyeluruh, laporannya sangat lengkap, dan kasusnya didokumentasikan dengan begitu baik hingga analisanya tak terbantahkan.

(63) Apakah informasinya komplit: dan jik atidak, apa yang kurang?

Kini kita musti menanyakan soal kelengkapan berbagai konten berita yang kita temui. Apakah yang kita dapat sesuai dengan apa yang seharusnya kita harapkan secara realistis?

(65) Bertahun-tahun para wartawan diajari cara menulis berita solid, bahkan serba tahu. Banyak yang mungkin diajari pepatah, “jangan sampai beritamu mengundang pertanyaan yang tak bisa kamu jawab.” Maksudnya adalah membuat berita yang otoritatif dan kurang spekulatif. Faktanya, nasihat ini keliru, bahkan mungkin menipu. Kami menyebutnya ‘serba tahu yang keliru.’ Pertanyaan akan muncul di benak audien. Tiap fakta memunculkan pertanyaan sendiri, dan pembaca atau pemirsa yang kritis pasti bertanya-tanya.

Lihatlah jurnalisme yang punya kerendahan hati untuk menanyakan apa yang belum bisa dijawab sekarang, yang mengakui apa yang ia tidak tahu, dan tidak membuat kesimpulan yang tak bisa dibuktikan. Cerita semacam itu bisa dibilang lebih lengkap, tidak kurang.

(66) Menyusul kecepatan dan lompatan jurnalistik pernyataan, laporan straight news pun sering tak lengkap dan terpisah-pisah. Itulah kelemahan jurnalisme model ini. Jika anda hanya melihat fragmen fakta tanpa gambaran utuh, berarti anda hanya melihat fragmen pernyataan dan bukan verifikasi.

(68) Berita penuntun akal yakni berita yang tak hanya melaporkan apa yang dikatakan walikota kemarin, tapi juga memberi tahu bagaimana pidatonya melengkapi apa yang dia katakana sebelumnya, dan mungkin menyajikan beberapa laporan mengenai alasan walikota memilih kata-kata tersebut atau mengubah pandangannya.

(74) Berita penuntun akal memasukkan fakta untuk memperluas pemahaman terhadap beberapa kejadian, dan berita pembuktian juga membuktikan kasus, tetapi reportase dengan paradigm bergulit ini melakukan lebih dari itu. Ia membuktikan kasus yang lebih luas, menyusun lebih banyak bukti. Seringkali, ia begitu persuasif hingga berdampak langsung pada hidup kita.

(75) Kebanyakan berita penyidikan menyiratkan bahwa sesuatu tak seperti yang seharusnya, jenis liputan ini membutuhkan transparansi tingkat tinggi serta detail sumber dan metode yang lebih banyak untuk menunjukkan independensinya. Artikel tersebut juga mensyaratkan standar pembuktian lebih tinggi karena sifat dasarnya yang jaksawi, menyeret seseorang ke meja hijau, dan semua kebutuhan terbuka dan dokumentasi ini membuat jenis liputan ini kian menantang karena kerumitan reportase dan sifat sumbernya yang sering kali sensitif.

“Saya mengasumsikan bahwa apapun yang saya tulis akan diperkarakan di meja hijau. Dan itu membuat saya memiliki disiplin sendiri,” kata Marton Mintz, yang 30 tahun bekerja di Washington Post.

(75-76) Jim Risen, yang beberapa kali memenangi Pulitzer, sering berbicara tentang pentingnya “memiliki kesabaran,” untuk “hanya bicara pada sumber dan bukan memojokkan mereka,” dan untuk “menemukan orang yang mengerti benar apa yang terjadi dan mengenal mereka dengan baik.” Risen merekomendasikan para reporter untuk belajar, “mengenali siapa yang bisa dipercaya dan siapa yang tidak” dan untuk “mengetahui subkultur tertutup.” Tugas yang tak mudah itu merupakan perkakas liputan investigatif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s