mati rasa

2013-02-14 10.56.44

Mungkin ini yang kau bilang mati rasa. Kondisi yang kau sebut paling mengerikan yang mungkin terjadi. Agaknya sekarang ini perasaan demikian terus merambat, makin lama terus mengetat.

Tak ada lagi api untuk merasa ingin tahu akan apa-apa yang ditemui. Tak ada pemicu gerak untuk bergegas menyambut tugas baru. tak ada naluri untuk memahami lebih banyak. Tak ada perdebatan, tanpa argumentasi, tak satupun tulisan yang lahir bisa dibanggakan.

Bergerak saja. Menulis apa yang ada saja. Sekadarnya. Semakin hari makin asosial. Energi negatif tidak bisa dikikis. Juga tidak bisa dimanipulasi. Kata guruku: ketika rasa gelisah sudah mati, maka tamatlah.

Kau tentu masih ingat ketakutanku: tidak bisa menulis lagi. Nampaknya, mati rasa dan ketidakmampuan menulis adalah sahabat karib, atau mungkin bersaudara, bisa juga pasangan. Entahlah. Yang jelas, saat ini mereka berdua terus menguntitku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s