Pelaku Industri Musik Nelangsa

Para pemusik yang jengah melihat pembiaran pembajakan karya musik akhirnya melakukan langkah proaktif mendatangi Kementerian Perdagangan. Para musisi mendesak Kemendag melakukan langkah kongkrit untuk memberantas pembajakan karya musik.

“Para pemusik ini umumnya seperti dianaktirikan oleh pemerintah. Tentang keganasan pembajak, berita yang kita lihat kecil-kecil. Sekarang mudah-mudahan diberitakan bagaimana rusaknya musik di Indonesia ini,” kata Samhudin Hadrjakusumah atau yang lebih populer dengan nama Sam Bimbo, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (17/5).

Ia mencontohkan, lagu-lagu religi karya group Bimbo yang populer sekitar tahun 1975 laku terjual 500 ribu kopi per tahun. Pada masa itu, penjualan album tertinggi dipegang oleh raja dangdut Rhoma Irama dengan penjualan sebanyak satu juta kopi per tahun.

“Nah tahun 2010 album Agnes Monica yang best seller terjual 2juta kopi. Dengan melihat pertumbuhan penduduk, ini aneh. Dulu masyarakat Indonesia jumlahnya masih 100 juta, sekarang sudah 250 juta. Jadi kurvanya sangat turun.”

Ia mengeluhkan pembajakan yang semakin cepat dan massif sudah tidak terbendung. Para musisi hanya bisa nelangsa melihat para pembajak menggerus karya asli mereka. “Hari ini kita bikin album, besok launching, besoknya lagi sudah ada poster-poster kita di pedagang kaki lima yang jual CD bajakan. Kami tidak dapat apa-apa, ini kan semacam pembunuhan karakter,” keluhnya.

Selain Sam Bimbo, pemusik yang hadir dalam pertemuan itu antara lain adalah Tompi, Ikang Fauzi, Hadad Alwi, dan Adi Ardian personil Kla Project.

Menanggapi keluhan para pemusik itu, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan berjanji akan mengambil langkah kongkrit untuk menindak para pembajak. “Tadi ditanya (para pemusik) serius nggak sih, jangan-jangan cuma wacana-wacana saja. Saya bilang, tidak. Kami akan mengambil langkah-langkah, sampai masyarakat bertanggungjawab terhadap yang dikonsumsi,” ujarnya.

Kepada Gita, para musisi itu menuturkan potensi pasar musik di Indonesia sekitar Rp5 triliun per tahun. Hal itu berdasarkan asumsi nilai konsumsi per orang per tahun sebesar Rp20.000. Tetapi karena pembajakan yang massif, para musisi ini hanya dapat sepersepuluhnya.

“Ini menunjukkan bahwa pembajakan sangat merugikan dan angkanya tidak kecil. Ini harus disikapi ke depan,” kata Gita.

Pemerintah, lanjut dia, akan mengupayakan agar harga CD dan VCD orisinil bisa lebih murah. Ia mengakui saat ini rentang harga antara produk asli dan bajakan sangat jauh. Kondisi ini membuat para konsumen lebih memilih produk bajakan yang harganya murah.
“Ke depannya harus ada kebijakan yang bisa menurunkan biaya produksi. Hak cipta harus diapresiasi. Kami akan bicarakan ini dengan Kementerian Perindustrian,” imbuhnya.

Ia menambahkan, bersamaan dengan itu pihaknya juga akan menggiatkan kampanye memakai produk musik orisinil kepada masyarakat luas. “Saya berharap kita punya semangat edukasi konsumen agar melakukan konsumsi yang lebih bertanggungjawab,” tukasnya.

Bentuk Lembaga Baru

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Ahmad Ramli mengatakan, pemerintah berencana membentuk lembaga pemungut royalti nasional. Lembaga ini nantinya akan menjadi pagar yang melindungi karya para pemusik dari para pembajak.

“Upaya yang kita lakukan adalah bagaimana mengguide line kontrak-kontrak yang ada, pemasukan, lisensi, dan produser. Sehingga tercipta keadilan dan kreativitas akan terjaga. Kami akan membangun satu lembaga pemungut royalti nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, lembaga-lembaga yang sudah ada sebelumnya seperti Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI) dan Wahana Musik Indonesia (WAMI) nantinya akan berada di bawah lembaga pemungut royalty nasional yang akan dibentuk kelak.

“Lembaga-lembaga yang sudah eksis nanti menjadi anak usaha atau holding. Mereka akan menjadi pendukung industri musik. Kami tidak ingin membela pencipta lagu dengan menekan pengusaha. Mereka juga harus memiliki kepastian hukum dan terlindungi usahanya,” kata Ramli.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk berhenti membeli barang-barang bajakan. “Kami himbau masyarakat jangan beli barang bajakan. Karena kalau tidak beli yang asli, tidak akan ada produsen,” tukasnya. (Wta)

catatan: lebih suka tulisan versi orisinil saya yang ini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s