Misteri Impor Golongan Sisa Industri Makanan

Neraca perdagangan yang kembali meneruskan tradisi defisit kali ini lebih menarik perhatian. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipublikasikan pada Senin (1/7) menunjukkan meningkatnya angka impor disebabkan oleh naiknya impor nonmigas sebesar US$393,0 juta (3,06 persen). Biasanya, tingginya angka impor disumbang oleh besarnya impor bahan baku dan barang modal.

Tapi kali ini, tingginya angka impor nonmigas tidak hanya disumbang oleh barang modal saja. Data yang dirilis BPS menunjukkan, dari enam golongan barang utama yang mengalami peningkatan, dua di antaranya mengalami peningkatan di atas US$100 juta, yaitu golongan mesin dan peralatan listrik yang meningkat sebesar US$138,4 juta (9,39 persen) dan golongan sisa industri makanan yang meningkat sebesar uS$163,2 juta (135,10 persen).

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan kerap menyebut impor bahan baku dan barang modal perlu dilakukan untuk mendorong denyut industri di dalam negeri. Sehingga produk yang diekspor kelak adalah produk-produk yang bernilai tambah. Bukan lagi bahan mentah seperti sebelumnya.

Lalu bagaimana impor golongan sisa industri makanan yang melonjak begitu drastis? Untuk apa golongan barang ini diimpor begitu banyak? Namun ketika pertanyaan itu disodorkan kepada beberapa menteri, mereka justru sama herannya dengan lonjakan impor untuk golongan tersebut. Pertanyaan itu bermuara pada jalan buntu.

Gita Wirjawan mengatakan permintaan makanan saat ini memang meningkat. Sayangnya Gita tidak merespon lebih jauh pertanyaan dari Media Indonesia.

Pertanyaan yang sama disodorkan pada Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi. Bayu meminta waktu untuk mengecek data yang dirilis BPS tersebut.

“Saya juga tidak tahu apa maksud sisa industri makanan itu. Nanti saya cek dulu,” kata Bayu melalui pesan singkat.

Penjelasan kemudian ditagih pada Menteri Perindustrian MS Hidayat. Ia mengaku tidak akrab dengan istilah itu.

“Tentang istilah sisa industri makanan, kami tidak familiar. Kami akan cari dan laporkan secepatnya,” tuturnya. Penjelasan itu adalah hasil laporan dari Dirjen terkait di Kementeriannya.

Ia kemudian memaparkan jenis-jenis bahan makanan untuk industri yang masih diimpor saat ini. Di antaranya gandum sekitar enam juta ton, gula tiga juta ton, beras satu juta ton, kedelai 1,5 juta ton.

“Belum lagi produk hortikultura seperti bawang putih, buah dan olahannya sebagai bahan baku industri makanan. Penyebabnya, sektor pertanian kita yang belum mampu memasok secara kontinu dengan harga dan kualitas yang ajeg,” jawabnya melalui pesan singkat.

Pertanyaan kemudian beralih pada pelaku industri. Sayangnya, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhie S Lukman juga tidak bisa memberi penjelasan yang cukup. Ia juga meminta waktu untuk mengecek terlebih dahulu.

Dalam periode perdagangan Januari-Mei tahun ini, impor golongan sisa industri makanan mulai muncul dalam kelompok 10 golongan barang utama impor nonmigas pada Februari. Ampas atau sisa industri makanan banyak digunakan sebagai bahan baku industri pakan ternak.

Pada bulan tersebut, impor sisa industri makanan tercatat US$264,9 juta. Kemudian nilainya sedikit menurun pada Maret menjadi US$263 juta. Demikian pula di April yang turun ke US$120,8 juta. Namun, pada Mei nilainya melonjak dua kali lipat jika dibandingkan nilai impor April, yakni menjadi US$284 juta. Secara kumulatif selama periode Januari-Mei, impor sisa industri makanan mencapai US$1,126 miliar (sekitar Rp11,2 triliun). Adapun sepanjang Januari-Desember tahun lalu, impor sisa industri makanan tercatat US$2,8 miliar.

Jadi sebenarnya untuk apa impor golongan sisa industri dilakukan sebanyak ini? Semoga para menteri dan pejabat terkait bisa segera mendapat pencerahan dan memberi penjelasan. (Wta)

Dimuat di media indonesia rabu (3/7)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s