bubu.. tulisan ini ibu simpankan untukmu ya, nak. biar bubu juga bisa belajar tangguh.

Cerita wanita hamil tua selonjor di lantai KRL
Reporter : Laurencius Simanjuntak | Kamis, 17 April 2014 10:26
39
16Share Detail

Merdeka.com – Kepadatan kereta rel listrik (KRL) sebagai moda transportasi massal paling digandrungi adalah cerita lama. Setiap penumpang tidak hanya harus siap berdiri karena tak kebagian kursi, tetapi juga berdesak-desakan.

Wita (29), seorang karyawan swasta, hampir setiap harinya merasakan hal tersebut. Namun belakangan komuter yang tinggal di Bogor ini mendapat cerita baru soal kepadatan KRL ketika dia sedang hamil. Ini soal rasa empati penumpang yang mungkin mulai hilang.

Pernah di pertengahan bulan lalu, Wita yang sedang hamil tujuh bulan tidak kebagian kursi penumpang dalam perjalanan pulang dari Stasiun Cawang menuju Bogor. “Karena capek saya duduk di bawah aja,” kata Wita kepada merdeka.com, Kamis (17/4).

Dengan perut yang sudah membesar, mau tidak mau Wita harus duduk selonjor di lantai KRL. Meski melihat banyak penumpang laki-laki yang sedang duduk di kursi penumpang, Wita enggan merengek untuk minta duduk.

“Saya ga pernah minta kursi kalau naik angkutan umum. Kalau orang mau kasih duduk, alhamdulillah. Kalau ga ya ga apa-apa, ketimbang minta, tapi ngasihnya ga ikhlas,” kata dia.

Wanita yang menikah setahun lalu ini tidak pernah meminta kursi kepada penumpang lain karena dia tidak tahu kondisi mereka.

“Kita ga pernah tau kondisi orang di sekitar kita. Kalau dia sedang capek, habis lembur, sakit, lagi banyak masalah, sedang berduka atau apa,” kata Wita.

Soal heboh di media sosial tentang Dinda, wanita yang membenci ibu hamil karena sering minta duduk di KRL, Wita justru memakluminya.

“Dinda itu udah bilang kakinya sakit karena tulangnya geser. Jadi dia pun ga bisa berdiri terlalu lama. Sama seperti bumil. Ya dimaklumin aja,” kata dia.

“Kita ga tau kondisi kesehatan orang. Kita merasa perlu duduk karena hamil, misalnya. Padahal orang yang kita minta kursinya juga sedang dalam kondisi butuh duduk,” ujarnya.

Bagi Wita yang sedang hamil tua, membiasakan diri untuk tidak lemah atau tergantung orang lain, juga ikut mengajarkan anaknya yang dilahirkannya kelak agar tangguh.

“Kecuali udah mau pingsan ya gimana lagi, mau ga mau minta duduk,” ujar Wita.
——————
http://www.merdeka.com/peristiwa/cerita-wanita-hamil-tua-selonjor-di-lantai-krl.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s