dan meledaklah…

Rasa kecewa ini malam.. 
Sekuat rasa patah hati sakitnya. 
Iya, bisa begitu. 
Ketika dikecewakan bertubi-tubi..., 
berbaikan, berdamai pun rasa tak berguna. 

Berterima kasih itu perlu. 
Tidak usah dengan memberi hadiah dan bersujud-sujud. 
Berlaku saja seperti seharusnya. 
Tepatkan komitmen itu. 
Untukmu sendiri, tak secuil pun aku mengail untung atas itu. 

Hilang rasa melihat peringatan dibantah-bantah dengan berapi-api, 
sekuat tenagamu. 
Hati patah-patah dibuatnya. 
Tak ada rasa hormatmu. 
Tak usah jauh bicara soal kedudukan, 
sederhana saja, saling menghargai sebagai sesama manusia. 
Itu saja. 

Sekarang urus hidupmu sendiri. 
Selamatkan dirimu sendiri. 
Pertalian kita itu masa lalu. 
Sakit ini legit. 
Cukup. 

Minggu, 23 November. 
Kedoya, Lobi 3.
Menunggu mobil anteran cawang.
Pulang ngorlip yang kemalaman.

2 thoughts on “dan meledaklah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s