Banyak Peminat, Novel Populer Jadi Sasaran para Pembajak

BUKU dengan harga yang murah menjadi nilai tersendiri tidak hanya bagi para pecinta buku, melainkan juga bagi para pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan buku-buku untuk menunjang pembelajaran yang diikuti mereka. Tidak semua orang menyukai buku-buku bekas yang kondisinya sudah tidak sempurna. Ada pula yang menginginkan buku-buku masih mulus, licin, tetapi dengan harga semurah-murahnya. Bagi para pembeli buku tipe ini, harus berhati-hati, karena mungkin saja buku yang dibeli adalah buku bajakan.

Salah satu pedagang buku di Blok M Square Sony mengaku, di samping menjual buku-buku asli dirinya juga menjual buku bajakan. Buku bajakan yang dijual ini biasanya novel-novel populer, dan buku-buku materi kuliah yang banyak dicari mahasiswa. Karena peminatnya banyak, Soni selalu memenuhi stok barang dagangannya dengan buku-buku bajakan ini. “Ada yang bajakan, seperti buku kuliah buat mahasiswa. Itu banyak dicari mahasiswa,” ujarnya.

Misalnya saja buku mengenai pengantar ekonomi dan manajemen terbitan indeks dijual dengan harga Rp40 ribu. Padahal harga buku asli tersebut sekitar Rp75 ribu. Meski sudah dijual murah, para pembeli bisa menawar dengan harga yang lebih murah lagi. “Masih bisa ditawar sampai harga paling rendah Rp25 ribu,” terangnya.

Contoh lainnya, untuk rangkaian novel karya Harlequin dijualnya di kisaran Rp15 ribu-Rp20 ribu dari harga novel aslinya, Rp40 ribu. Sementara untuk seri Twilight dijual di kisaran Rp60 ribu-Rp75 ribu dari harga aslinya, Rp110 ribu.

Pandasurya, seorang pelanggan buku di BMS mengatakan para pembeli memang harus berhati-hati dan jeli melihat buku bajakan. Kebanyakan penjual tidak mengungkapkan asli tidaknya buku kepada para pembelinya. “Pembeli yang harus jeli. Sebab, penjual tidak akan mengaku kalau mereka jual buku bajakan,” ungkapnya.

Sebagai penggemar buku, ia memiliki kiat khusus untuk membedakan buku asli dan bajakan. Yang harus dilihat pertama kali, kata dia, adalah sampul dan kemasan buku yang akan dibeli. “Biasanya sampul buku bajakan warnanya jauh lebih pudar dibandingkan sampul asli yang sangat jelas dan terang,” jelasnya.

Perbedaan lain yang bisa dilihat adalah jenis kertas dan kualitas jilid buku. Halaman dari buku bajakan biasanya lebih mudah terlepas karena dijilid seadanya. “Pilihannya ada di pembeli, dia harus cek langsung pas dia beli. Setelah itu dia yang tentukan tetap beli buku bajakan atau beli yang asli,” tutupnya. (Nel/J-4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s