Berburu yang Murah di BMS

PULUHAN lapak penjual buku yang ada di Blok M Square (BMS), Jakarta Selatan, menjadi muara pertemuan para penggemar buku. Tempat itu menjadi alternatif untuk berburu beragam buku yang dibutuhkan. Karena dijual dengan harga lebih murah jika dibandingkan dengan harga di toko buku, kebanyakan buku tersebut ialah buku-buku bekas. Winson, seorang mahasiswa universitas swasta di Jakarta, menjadi salah satu pelanggan yang kerap berbelanja buku di sana. Penggemar komik itu sering mencari buku-buku komik bekas untuk melengkapi koleksinya.

“Kalau lagi belanja, saya bisa beli sepuluhan buku ataupun komik karena di sini murah,” ujarnya kepada Media Indonesia, saat sedang memilih buku di sebuah kios, kemarin. Puluhan pedagang buku bekas itu menempati kios di area blok A, basement BMS.

Para pedagang tersebut merupakan pedagang yang dulu berjualan buku murah di daerah Kwitang. Pada 2008, mereka digusur dari Kwitang. “Setelah digusur, kami sempat berjualan di Thamrin City selama setahun, kemudian 2009 baru menempati kios di sini,” kata Putra, salah seorang pemilik kios buku.

Kios-kios para pedagang itu relatif nyaman bagi para penjelajah buku. Karena letaknya yang berada di basement membuat mereka tidak khawatir akan panas dan hujan. Ruangan itu juga dilengkapi pendingin ruangan yang mengusir pengap. Namun, berbeda dengan di toko buku yang memiliki rak-rak rapi, para pedagang buku di BMS hanya memajang buku sekadarnya. Buku-buku lebih banyak diletakkan di atas sebuah meja dan ditumpuk-tumpuk seadanya. Karena kebanyakan buku yang dijual ialah buku bekas, para pemburu buku harus teliti memilih buku yang diinginkan dengan mengecek kondisi buku.

Tempat itu bisa dikata surga bagi para pemburu dan penggemar buku karena hampir semua jenis buku ada di situ, mulai buku-buku pelajaran, buku cerita anak-anak, novel remaja, dewasa, pop, sejarah, sastra, filsafat, sosial, budaya, hukum, ekonomi , politik, hingga kedokteran. Majalah dan buku-buku berbahasa inggris dan bahasa asing lainnya juga ada di sini.

Harga buku pun bervariasi, mulai buku-buku lama dengan harga Rp5.000, Rp10 ribu, Rp20 ribu, bahkan hingga Rp700 ribu untuk buku berseri seperti ensiklopedia. Ada pula buku-buku yang harganya bisa sampai setengah dari harga buku di toko-toko buku besar.

Lokasi strategis

Lokasi kios buku di BMS yang dekat dengan Terminal Blok M terbilang strategis. Kios buku yang kebanyakan buka sejak siang itu beroperasi hingga pukul 19.00 WIB. Kios buku BMS kerap menjadi tempat singgah para pengguna kendaraan umum di Terminal Blok M. Ada yang membeli satu dua buku, ada pula yang hanya cuci mata melihat buku-buku yang dijajakan. “Karena adanya terminal jadi orang-orang yang turun dan naik bus di terminal sering ke sini, dan memang ini lokasi strategis,” kata Putra.

Dalam sehari, para pedagang tersebut bisa mendapat omzet Rp500 ribu hingga Rp700 ribu. Pedagang lainnya, Rahmat, menuturkan berbeda dengan di toko buku, para penjual di BMS tidak memberi harga pas terhadap buku-buku yang mereka jual. Para pembeli harus pintar-pintar menawar harga dengan para pedagang. “Kita buka harga terendah Rp35 ribu sampai Rp50 ribu ke atas, tapi masih bisa ditawar sampai harga paling rendah,” terangnya.

Tidak mau kalah dengan toko buku terkenal, para penjual buku di BMS juga memberi diskon untuk buku-buku tertentu. Mereka berharap diskon yang mereka tawarkan bisa lebih menarik minat pembeli. “Di sini ada diskon untuk buku asli seperti buku-buku pelajaran. Makanya kalau pelajar lebih suka beli di sini,” kata Rahmat. (Nel/J-4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s